7 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Beli Samsung Galaxy Z Flip!

Samsung tidak menyia-nyiakan banyak waktu di acara Unpacked pertamanya di tahun 2020 ini, dengan mengumumkan Galaxy Z Flip – ponsel lipat kedua setelah Galaxy Fold dan yang pertama yang ‘agak terjangkau’. Di luar Indonesia, harganya bahkan lebih murah dari Galaxy S20 Ultra (yang dibanderol di harga mulai dari US$1400 atau sekitar Rp20.039.600).

Selain lebih murah, Galaxy Z Flip juga lebih bertenaga ketimbang HP lipat sejenis dari Motorola yaitu Razr. Harganya pun juga lebih murah sekitar US$100  (atau sekitar Rp1.431.400) dari HP lipat yang diumumkan pada November tahun lalu itu. Nah, bagi kamu yang mungkin tertarik, berikut 7 fitur dan fakta yang perlu kamu ketahui sebelum membeli Galaxy Z Flip.

Kualitas engselnya telah meningkat

Setelah ‘bencana’ Galaxy Fold tahun lalu, Samsung harus bekerja keras pada Galaxy Z Flip. Samsung akhirnya memutuskan mengadopsi engsel Hideaway yang menggunakan semacam perisai berserat untuk melindungi Galaxy Z Flip dari debu dan kotoran.

Sebelumnya, masalah engsel ini jadi salah satu kelemahan Galaxy Fold. Samsung sendiri mengklaim jika layar Galaxy Z Flip dapat dilipat dan dibuka hingga lebih dari 200 ribu kali. Ini juga menjadi cara Samsung untuk mengungguli Motorola Razr yang memiliki masalah durabilitas dan kualitas engsel.

Spesifikasi yang lebih gahar dari kompetitor sebelah

Tidak seperti Motorola Razr yang selain lebih mahal, juga dibekali dengan spesifikasi mid-range, Galaxy Z Flip memilih untuk all-out dengan menawarkan spesifikasi flagship. Lebih jelasnya, Galaxy Z Flip ditenagai oleh Snapdragon 855+ (yang mungkin tidak sebaru Snapdragon 865, namun masih termasuk chipset tergesit saat ini), RAM 8GB, penyimpanan 256GB UFS 3.0 dan baterai 3,300mAh. Sementara itu, Motorola Razr yang notabene lebih mahal, hanya dipersenjatai oleh Snapdragon 710, RAM 6GB, penyimpanan 128GB dan baterai 2,510mAh.

Pengguna bisa selfie tanpa harus membuka layarnya

Di bagian luar Galaxy Z Flip atau lebih tepatnya di sebelah kamera belakang, terdapat sesuatu yang disebut dengan Cover Display. Ini pada dasarnya merupakan layar mini berukuran 1,1 inci yang dapat menampilkan informasi waktu dan tanggal hingga notifikasi panggilan, chat dan lain-lain.

Menariknya, selain bisa digunakan untuk menunjukkan beragam notifikasi penting, layar kecil ini juga dapat dimanfaatkan sebagai layar preview untuk kamera belakang. Jadi, dengan kata lain, pengguna bisa mengambil foto selfie tanpa harus membuka layar Galaxy Z Flip.

Layarnya terbuat dari kaca

Layar Infinity Flex pada Galaxy Fold tahun lalu terasa aneh, sebagian besar karena itu tidak terbuat dari kaca. Itu terbuat dari lapisan tipis berbahan dasar polimer yang terasa seperti plastik, yang jika dibandingkan dengan kaca pada Galaxy S10, tidak begitu bagus.

Oleh karena itu, Samsung akhirnya memperbaiki kesalahan itu dengan menerapkan layar Ultra Thin Glass pada Galaxy Z Flip, yang sesuai dengan namanya, terbuat dari kaca. Dengan layar berbahan dasar yang lebih familier itu, Galaxy Z Flip jadi lebih terasa HP sungguhan ketika digunakan.

Dapat digunakan sebagai laptop mini

Desain Galaxy Z Flip sangat jauh berbeda dengan Galaxy Fold. Meski sama-sama dapat dilipat, salah satu keunggulan Galaxy Z Flip adalah layarnya bisa tidak dibuka sepenuhnya. Samsung menyebut ini dengan mode Flex, di mana sudut lipatan layarnya bisa diatur sesuka hati, sehingga dapat digunakan layaknya laptop mini.

Ketika hanya dibuka setengah untuk aplikasi tertentu seperti YouTube, kamera dan Duo, layar 6,7 inci-nya akan terbagi menjadi dua. Bagian atas akan bekerja sebagai tampilan dan bagian bawah sebagai tombol interaksi seperti keyboard atau trackpad.

Pembeli akan dapatkan layanan Youtube Premium secara gratis

Google memainkan peranan besar pada Unpacked pertama tahun ini, dengan meluncurkan integrasi Duo yang lebih mendalam, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan video call dengan mudah pada Galaxy S20 mereka. Namun, itu bukanlah pengumuman terbaik dari Google pada acara tersebut.

Pengumuman terbaik sekaligus terkeren adalah layanan Youtube Premium yang akan didapatkan secara gratis bagi siapapun yang membeli Galaxy Z Flip. ‘Bonus’ tersebut berlaku selama empat bulan yang jika dikonversikan ke dalam bentuk uang, jadi senilai US$48 atau sekitar Rp670 ribu.

Tidak memiliki dukungan konektivitas 5G

Samsung berbicara banyak hal mengenai 5G di Unpacked 2020. Jadi sedikit mengejutkan ketika mengetahui bahwa Galaxy Z Flip bukanlah termasuk HP yang dibekali dengan dukungan jaringan super cepat itu.

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa Samsung tidak memasukkan dukungan 5G pada Galaxy Z Flip. Mulai dari faktor panas pada hardware, biaya produksi yang tentunya bakal berdampak pada harga hingga baterai dengan kapasitas yang tidak begitu besar. Mungkin, Samsung akan memberikan dukungan 5G pada Galaxy Z Flip 2 tahun depan (itupun jika dibuat).

Demikian tadi sedikit ulasan mengenai fitur dan fakta yang perlu diketahui sebelum membeli Samsung Galaxy Z Flip. Bagi kamu yang tertarik, di Indonesia sendiri Galaxy Z Flip dibanderol di harga Rp21,8 juta dan tersedia dalam dua varian warna yaitu Mirror Black dan Mirror Purple.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *