4 Efek Mengerikan Ketika Tubuh Dipaksa Olahraga Berlebihan

Olahraga teratur dapat membantu seseorang dalam menjaga berat badan. Namun, bukan hanya itu saja, olahraga yang teratur juga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai dari meningkatkan stamina dan kebugaran tubuh, melancarkan aliran darah, menstabilkan tekanan darah dan metabolisme.

Meski begitu, perlu diingat, berolahraga berlebihan atau over working justru dapat mengganggu kesehatan. Niat ingin bertambah sehat, tapi malah jadi sakit. Lalu bagaimana ukuran atau tanda seseorang berolahraga terlalu berlebihan? Beberapa tandanya adalah sering kelelahan, sering mengalami ciderea, hingga jantung berdetak kencang meski tidak berolahraga.

Lalu apa yang terjadi jika seseorang melakukan olahraga secara berlebihan? Ternyata hal itu dapat menyebabkan beberapa masalah serius. Berikut ini beberapa dampak yang terjadi jika olahraga berlebihan seperti dikutip dari laman The List.

Pola tidur terganggu

Terlalu banyak berolahraga justru dapat menggangu pola tidur seseorang. Menurut pelatih pribadi bersertifikat Ainslie MacEachran mengatakan, olahraga berlebihan dapat menggangu pola tidur karena kadar hormon dipengaruhi secara negatif.

Kerusakan ginjal

Berolahraga terlalu berlebihan tidak hanya memengaruhi otot.  Tetapi juga dapat mempengaruhi ginjal.

“Rhabdomyolysis adalah kondisi yang sedikit diketahui dan jarang dibahas di mana pasokan energi dalam tubuh habis dan kemudian, melalui serangkaian proses seluler kerusakan otot terjadi dan menyebabkan potensi kerusakan ginjal,” kata Phillip J. Adler, dan manajer¬† Program Kesehatan Ortopedi & Kedokteran Olahraga Spectrum.

“Jika kamu terus merusak otot ke titik yang merugikan dan kamu tidak membiarkannya sembuh, kamu memiliki potensi untuk meningkatkan kadar creatine kinase atau CK (Enzim terdapat pada jaringan tubuh seperti otot rangka, serta organ jantung dan otak)¬† dalam darah yang dapat menyebabkan masalah ginjal. Jadi, jika kamu sering berolahraga berlebihan dan mendorong tubuh melampaui batas yang dapat dipulihkan, kamu berisiko rhabdo,” lanjut dia.

Adler mengatakan tanda-tanda atau ciri dari rhabdo antara lain urine yang gelap, nyeri otot, kelemahan, kekakuan, atau kram. Dia menjelaskan, kondisinya sering mirip dengan serangan jantung karena gejalanya yang serupa.

Ia mencantumkan CrossFit dan latihan intensitas tinggi serupa sebagai contoh latihan yang baik yang dapat membuat kamu rentan terhadap rhabdo. Crossfit adalah aktivitas fisik intens yang mendorong tubuh ke batas fisiknya secara teratur.

Aktivitas itu mungkin tidak berbahaya, tetapi disaat tubuh tidak diberi waktu untuk beristirahat dan diberi waktu untuk pulih dari lelah, ini tentu akan membahayakan.

“Sama seperti pembatasan dosis pada obat-obatan yang dijual bebas. Ini adalah situasi di mana lebih banyak tidak selalu lebih baik. Beberapa mungkin membantu, tetapi terlalu banyak dapat membunuhmu,” lanjut dia.

Ketegangan jantung

Salah satu cara terbaik untuk memiliki jantung yang sehat adalah berolahraga secara teratur. Tetapi berolahraga terlalu berlebihan malah berdampak buruk bagi jantung, menurut pelatih selebriti Jay Cardiello.

“Jantung kalian bisa tegang, dan jika tegang otot jantung akan melemah, yang dapat menyebabkan gagal jantung,” katanya.

Satu studi 2011 membuktikan hal itu, dan menyimpulkan bahwa pelatihan intensif dapat menyebabkan perubahan struktural dan jaringan parut pada jantung. Tidak ada pertanyaan bahwa olahraga masih bagus untuk jantung kamu, tetapi jangan terlalu ekstrem.

“Latihan intensitas tinggi dapat menjadi racun bagi jantungmu karena berolahraga terlalu lama dan terlalu keras berpotensi menyebabkan detak jantung tidak teratur. Bahaya detak jantung yang tidak normal dapat menyebabkan komplikasi serius terkait jantung termasuk pembekuan darah dan stroke,” kata Dr. Partha Nandi, pembawa acara televisi sindikasi nasional, Tanya Dr. Nandi dan editor kesehatan di afiliasi ABC di Detroit.

“Ini berlaku untuk para atlet yang melakukan banyak latihan dan daya tahan selama berjam-jam,” lanjut dia.

Sistem kekebalan tubuh melemah

Semua orang berolahraga untuk kesehatan, tetapi terlalu banyak olahraga dapat membuat kesehatan seseorang terganggu.

“Sistem kekebalan kalian melemah, membuat kalian lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit,” kata Cardiello.

Dia melanjutkan baiknya melakukan olahraga ringan agar membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tetapi terlalu banyak malah sebaliknya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *