Susu Bubuk VS Susu Segar, Lebih Sehat Mana?

Susu disebut-sebut merupakan minuman paling sempurna dari alam. Diketahui, susu mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Minuman satu ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, di antaranya memperkuat tulang, menyehatkan gigi, mengurangi risiko diabetes, membantu menormalkan tekanan darah, menjaga berat badan tetap ideal dan mencegah beberapa jenis kanker.

Namun, untuk menuai semua manfaat yang terkandung dalam susu, kamu harus berhati-hati saat memilih jenis susu, ya. Karena tidak semua susu memiliki manfaat yang sama. Diketahui, ada berbagai jenis susu, dan beberapa yang populer adalah susu bubuk dan susu segar. Tapi, di antara keduanya, kira-kira mana yang lebih sehat?

Saat berkunjung ke peternakan dan pabrik Greenfields di Malang, Jawa Timur, ilmuwan nutrisi, Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD, mengatakan susu memang memiliki manfaat yang komplet dan seimbang. Namun kamu harus pintar dalam memilih susu yang hendak dikonsumsi, karena susu bubuk berbeda dengan susu segar.

“Banyak orang berpikir semua produk susu sama, padahal susu bubuk beda dengan fresh milk. Kualitasnya (susu bubuk) di bawah fresh milk dan benefit-nya berkurang. Susu bubuk punya banyak ingredients, perisa sintetik, dan lain-lain. Ada bahan-bahan kimia yang diperbolehkan masuk ke susu bubuk. Fresh milk hanya satu bahan yaitu 100 persen susu sapi segar. Karena itu, kualitasnya jauh lebih baik daripada yang lain,” ujarnya di pabrik Greenfields, Malang, Jawa Timur, Jumat, 21 Februari 2020.

Matthew turut memperingatkan, kita harus lebih jeli saat memilih produk susu yang berkualitas, agar tidak mengurangi manfaat yang terkandung di dalamnya. Nah, jika kamu sudah bisa memilih produk susu berkualitas, mulailah untuk membangun kebiasaan baik, dengan minum susu setiap hari.

“Bangun kebiasaan sehat jangka panjang dengan minum susu segar. Biasakan minum 2-3 gelas susu atau produk susu setiap hari. Jika sedang bepergian, kamu bisa membawa susu UHT yang lebih praktis,” kata dia.

Jika kamu bosan mengonsumsi susu 2-3 kali sehari, kamu bisa mengganti dengan produk susu lainnya sebagai alternatif. Misal, jika pagi hari kamu sudah minum segelas susu, siang hari kamu bisa menggantinya dengan yogurt, dan malam dengan keju, atau sebaliknya.

“Selain minum susu, konsumsi juga makanan segar, yang masih alami dan belum diproses, atau yang dipetik dari pohon. Kalau sudah tahu informasinya, praktikkan,” terang Matthew.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *